by google adsense

Segarnya di pesisir pantai Santai duduk di pingir pantai sambil minum air kelapa muda mantap....! Liburan rame-rame di pantai sawarna Menelusuri gua lalay Tidak merasa lelah

Selasa, 11 Desember 2012

Daftar harga villa cariang resort di sawarna


Berikut beberapa villa yang kami tawarkan ada Villa Cariang Resort Sawarna, Villa Hula Hula Sawarna, Villa Saung Tumenggung Sawarna, Villa Batara Sawarna, dan Villa Gina Rifqi.
Villa yang kami tawarkan mempunyai sistem keamanan dengan penjagaan gerbang atau sistem cluster sehingga privasi dan keamanan penghuni villa terjamin serta dapat menikmati pemandangan dan hawa yang sejuk. Musim ramai dimana banyak orang yang mengunjungi villa adalah musim liburan yaitu lebaran, natal, tahun baru, imlek, idul adha dan weekend sabtu serta minggu.
Jika anda berminat untuk berwisata ke pantai sawarna, jangan lupa pilih villa sebelum anda berangkat. Bingung atau anda mau tau harga seputar Villa di sawarna berikut daftar harga yang kami tawarkan :

1. Villa Cariang Resort (AC)
    Fasilitas :
  - AC
  - TV
  - Lemari kecil
  - Ada dua kasur
  - Kamar mandi di dalam

Harga untuk hari hari biasa minimal 5 orang dihitung perorang sebesar Rp 160.000 ( Sudah termasuk makan 3 kali). Jika hanya sewa kamar saja sebesar Rp 450.000 (Belum termasuk makan).
 



2. Villa Cariang Resort (Non AC)
    Fasilitas :
  - TV
  - Ada dua kasur
  - Kamar mandi di dalam

Harga untuk hari hari biasa minimal 5 orang dihitung perorang sebesar Rp 140.000 ( Sudah termasuk makan 3 kali). Jika hanya sewa kamar saja sebesar Rp 400.000 (Belum termasuk makan).
 



AYO BOOKING SEKARANG JUGA!!!
CALL 0857-2279-2760
HENDRY HERYANA



Pantai Sawarna Banten

Pantai Sawarna. Propinsi Banten ternyata mempunyai banyak objek wisata pantai yang sangat menarik untuk di kunjungi, salah satunya adalah Pantai Sawarna. Pantai Sawarna terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Total jarak dari kota Jakarta sekitar 230 kilometer dengan waktu tempuh selama 6 jam.
Dari Atas Bukit Cariang
Pantai Sawarna ini menyuguhkan pemandangan alam yang sangat indah. Deburan ombak dan pasir putihnya membuat liburan sobat akan sangat mengasyikkan. Pantai Sawarna dikelilingi oleh persawahan dan perbukitan dengan pepohonan hijau yang lebat, menambah suasana menjadi teduh dan asri.
Pohon Kelapa Dan Persawahan
Memang untuk menuju ke pantai cantik ini tidaklah mudah, karena lokasinya yang jauh dari kota dan kontur jalan yang jelek karena banyak bagian jalan yang rusak dan berlubang, apalagi mulai dari Pelabuhan Ratu sampai ke Pantai Sawarna tersebut.
Indah
Namun sesampainya di pantai ini, rasa lelah seketika langsung hilang dengan kehadiran panorama pantai yang begitu elok yang dikelilingi bukit-bukit hijau yang asri. Selain itu terdapat beberapa goa di sekitar kawasan pantai ini menambah lengkapnya liburan sobat.
Goa Di Sekitar Pantai
Sebenarnya di Desa Sawarna sendiri, bukan hanya Pantai Sawarna yang bisa sobat kunjungi. Ada beberapa pantai cantik lainnya yang bisa sobat telusuri. Seperti Pantai Tanjung Layar yang terkenal dengan sepasang batu besar yang berada di tengah pantai, Pantai Lagoon Pari yang memiliki air laut yang jernih dan pasir putihnya, dan Pantai Karang Taraje dengan hamparan batu karang dan ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari.
Batu Karang Di Pantai Tanjung Layar
Bila ingin menghabiskan malam di kawasan pantai ini, ada beberapa penginapan berupa cottage dan homestay yang siap menampung sobat dengan harga mulai dari Rp 100 ribu.
Untuk sampai di Pantai Sawarna, kita dapat menempuh perjalanan darat melalui kota Jakarta dengan menggunakan jalur Tol menuju kota Serang, serta dilanjutkan dengan menggunakan jalur yang melintasi Malingping, Pandeglang, Saketi, Bayah, serta Sawarna. Akhirnya setelah 6 jam perjalanan yang melelahkan sampailah di Pantai Sawarna.

Pantai Sawarna Banten | Cantiknya Pantai Sawarna, Banten 


Subhanalloh indahnya pantai sawarna

Rabu, (11-April-2012) 

sekitar jam 21.00 WIB

kita berkumpul dikampus tercinta kita UNISBA untuk siap-siap dan cek-cek mobil untuk persiapan liburan kita, setelah semua dicek dan tidak ada masalah, jam 22.30 WIB saya dan temen-teman saya berangkat ke Pantai Sawarna, dengan berbekal peta yang kita buat,, hahhaha lucu kaya dora kita bikin peta.saya pikir perjalanan dari Bandung ke Pantai Sawarna tidak terlalu jauh, tetapi setelah 5 jam perjalanan tetapi tidak sampai-sampai, akhirnya kita memutuskan untuk istirahat di sekitar pantai pelabuhan ratu setelah sekita 30 menit kita beristirahat kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, selama di perjalanan menuju Pantai Sawarna, saya tidak bisa tidur karena jalan yang rusak membuat saya seperti menaiki kuda, menurut saya jalannya sih ancur banget, lubang-lubangnya juga besar jadi kalau kita tidak hati-hati kita bisa celaka,

Kamis 12-April-2012 

sekitar 07.00 WIB
akhirnya sampai juga di Pantai Sawarna, setelah sekitar 8jam perjalanan. dan hal yang pertama yang saya rasakan saat pertama sampai di Pantai Sawarna, Subhanalloh indahnya pantai sawarna pantainya biru dan bersih, udara yang begitu sejuk, membuat pengorbanan saya selama hampir 8 jam perjalanan dengan jalan yang rusak menjadi tidak sia-sia karena pantai yang ada dihadapan mata saya begitu indah. di sana kita menginap di Villa (Hula-Hula Resort) yang letaknya tidak jauh dari pantai, halaman penginapan kita langsung berhadapan langsung dengan laut lepas. terif permalamnya Rp 500rb/kamar untuk yang 3kasur itu bisa muat 6orang.

setalah istirahat sebentar untuk membereskan barang-barang, saya dan teman-teman tidak mau membuang waktu hanya diam di penginapan, akhirnya kita memutuskan untuk pergi kepantai yang letaknya persis di depan penginapan Hula-Hula Resort. sempat bermain-main di pantai sebentar, tetapi akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk menghentikan kegiatan kita dipantai itu karena ombaknya cukup besar dan bisa membahayakan keselamatan saya dan teman-teman. dan sepanjang pengalaman saya pergi kepantai, Pantai Sawarna termasuk pantai yang sangat indah tetapi sayang ombaknya sangat besar sehingga rawan untuk kita bisa bemain dipantai itu. tempatnya juga sangat sepi, karena selama saya berada disana tidak ada pengunjung, hanya saya dan teman-teman saya saja yang berada di tempat itu sebagai pengunjung.



setelah puas bermain2 dipinggir pantai, akhirnya pulang ke penginapan yang jaraknya dipinggir pantai sekali, kita mulai bersih-bersih dan bersiap-siap untuk makan siang, hmm jangan membayangkan jika disini banyak penjual makanan, karena sepanjang penglihatan saya selama berada ditempat ini, hampir bisa saya pastikan tidak ada restoran palingan hanya ada ya warung-warung biasa saja itupun masih bisa dihitung, tetapi karena kita menginap dihula-hula resort jadi ya kita makan di kantin yang mereka sediakan saja, itupun jika kita ingin makan harus memesannya terlebih dahulu, karena saya dan teman totalnya ber12 orang, akhirnya kita makan dengan mengambil paket yang 20rb/orang menunya nasi+ikan merah+kangkung+tahu+tempe+lalapan lumayan enak juga ternyata
setelah beres makan, kita sempat istirahat sebentar sambil menunggu sore, karena rencana sore ini kita akan ke pantai tanjung layar untuk menikmati sunset disana. 






















Subhanalloh indahnya pantai sawarna


Selasa, 06 November 2012

Villa murah di sawarna (homestay)

Salam wisata  indonesia,, langsung az ne.. husus yang lagi ada rencana buat main atau liburan ke Pantai Sawarna Banten silahkan bisa mengunjungi web resmi yang menawarkan jasa penginapan. Disanan ada beberapa Villa yang khusus disewakan untuk anda anda yang akan berlibur dan menginap di pantai sawarna. Sangat penting untuk memilih villa sebelum kita berangkat karena keterbatasan villa tidak jarang orang orang tidak kebagian tempat menginap. disawarna.com akan memberikan layanan yang terbaik buat anda selain harga villa yang murah dibandingkan dari jasa lain disawarna.com juga merupakan salah stu website resmi dari sawarna itu sendiri jadi jangan khawatir dengan adanya penipuan yang bermodus sebagai penjual jasa penginapan yang ada di sawarna. Top markotop deh pokonya,, yo kita sekarang nikmati keindahan pantai sawarna bersma keluarga anda tercinta.


Senin, 06 Agustus 2012

SAWARNA BEACH, BAYAH, SOUTH BANTEN, INDONESIA - PULO MANUK EPISODE

 

Memang sungguh sangat menyenngkan saat-saat berlibur bersama keluarga. Makan bareng dan bermain dengan pasir, dan ombak yang selalu bersahabat. bebaskan semua pikiran tenang serasa di surga mengunjungi indahnya pantai pulo manuk. Jika anda belum pernah mungkin rencana baik jika anda merencanakan liburan lebaran tahun 2012 ini ke pantai sawarna dan pulo manuk.

Jika anda membutuhkan penginapan yang murah, nyaman, dan di lingkungan yang ramah tamah silahkan hubungi di 085722792760



Pasang iklan Homestay Di Sawarna


Anda bingung ingin menjual atau menyewakan tempat untuk penginapan? Tenang ada solusi jitu,, anda tidak harus punya blog, atau anda punya blog tapi gak laku alias tidak banyak pengunjung. Nah disinilah kami akan memberikan ruang untuk promosi usaha anda khususnya buat yang punya atau menyediakan jasa homestay di wilayah Desa Sawarna. 

Pasang iklan untuk penginapan Anda, Segera hubungi 085722792760.
Atau datang langsung ke Desa Lebak Tipar Bertemu Dengan Hendry Heryana. Selain kami juga bisa melayani jasa pembuatan website, website sekolah, perusahaan, toko online, portal news, website kepemerintahan, dan pembuatan script website custom.

Jika Anda kurang yakin dengan jasa kami,  atau Anda butuh Portfolio dari Kami silahkan anda bisa request ke nomor telepon dibawah ini :

CS : 085722792760




Kamis, 02 Agustus 2012

Tempat Menarik di Desa Sawarna


Panorama Sawarna dari bukit Cariang
Panorama Sawarna dari bukit Cariang

Provinsi Banten ternyata tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai Carita dan Anyer serta Taman Nasional Ujungkulon sebagai tempat rekreasi baik bagi wisatawan Nusantara maupun Mancanegara.
Di pesisir Selatan Banten bagian dari Kecamatan Bayah - Kabupaten Lebak, terdapat satu tempat yang dapat dikatakan eksotik karena menawarkan beragam keindahan wisata pantai. Persisnya di Desa Sawarna. Desa ini sudah dicanangkan sebagai Desa Wisata oleh pemerintah Provinsi karena disadari banyaknya daya tarik wisata yang berdekatan. Selain menawarkan keindahan pantai-pantai yang indah, tidak kalah penting adalah keramahan penduduk setempat menerima wisatawan yang berkunjung ke sana. Tak heran banyak orang asing yang betah berminggu-minggu tinggal di desa itu hanya untuk bersenang-senang menunggangi ombak di atas papan Surfing. Memang di desa Sawarna terdapat salah satu tempat Surfing terbaik di Indonesia.
Wisatawan Nusantara lebih banyak datang dari Jakarta dan sekitarnya serta dari Bandung. Dimaklumi karena jarak tempuhnya tidak terlalu jauh yaitu hanya sekitar 230 km saja. Didukung sarana jalan yang lumayan bagus, maka dipastikan dalam beberapa tahun lagi akan menjadi tepat wisata ideal masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Beberapa tempat menarik yang direkomendasikan adalah :

JEMBATAN GANTUNG SUNGAI DI SAWARNA : Sungai Sawarna yang membelah desa Sawarna banyak dihubungkan dengan jembatan gantung untuk menyebrang. Dengan lebar sungai kurang lebih 20 meter, menyeberang jembatan gantung adalah bagian yang sedikit menegangkan sekaligus menyenangkan. Jembatan gantung ini sering menjadi objek latar berfoto para wisatawan. Lebarnya kurang lebih 1,5 meter sehingga aman untuk menyebrang dari dua arah yang berlawanan. Bahkan kendaraan bermotor roda dua dapat melintas dengan leluasa.

PANTAI LEGON PARI : Sangat ideal untuk melihat Matahari terbit. Memiliki hamparan pasir putih yang digunakan sebagai pelabuhan Nelayan tradisional. Di pantai berpasir putih ini juga cocok untuk bersenang-senang sambil berenang. Sisa pantainya adalah formasi batu karang yang unik dan indah. batu karang yang melebar menjorok ke laut sehingga pada pagi dan siang hari pada saat air laut surut, meninggalkan genangan-genangan air laut. Banyak ikan-ikan kecil dan kerang terjebak di cekungan karang yang digenangi air laut yang jernih. Bila diperhatikan susunan batu karang tersusun dengan indah seperti dipahat dan ditata secara disengaja. Mungkin inilah yang dinamakan Legon asal kata dari Laguna. Karang-karang kadang menonjol seperti berbaris. Letaknya kurang lebih 1,5 kilo meter jalan kali dari jalan raya tempat mobil dapat diparkir.
TANJUNG LAYAR : Menyambung dari Legon Pari, ada dua batu karang yang menjulang tinggi yang menjorok ke laut. Batu karang menjadi salah satu ikon utama tujuan wisatawan yang berkunjung ke sana karena keunikan dan keindahannya. Karena bentuknya seperti layar yang mengembang, maka penduduk setempat menamakan Tanjung Layar.

PANTAI CIANTIR : Pantai berpasir putih ini cukup panjang sekitar dua kilometer dan terbagi menjadi dua yaitu pantai berombak besar dan pantai berombak kecil. Pantai yang berombak besar di sisi Timur menjadi tempat pavorit para peselancar dunia seperti dari Australia, Jepang, Amerika dan Benua Eropa. Di sisi Barat ombaknya cukup kecil dan berpasir putih lebih landai. Disinilah salah satu tempat pavorit wisatawan Nusantara bersenang-senang menikpati segarnya udara pantai sambil berenang aau berlain pasir.
BUKIT CARIANG : Penduduk setempat menamakan tanjakan Cariang. dari ketinggian bukit yang dilintasi jalan utama menuju Desa Sawarna ini dapat melihat hamparan pantai Ciantir sekaligus Tanjung Layar dari kejauhan. Panoramanya begitu mengagumkan saat hari cerah karena dapat memandang lepas sampai titik pandang horison. Terdapat kedai minuman dan memungkinkan parkir kendaraan.

HUTAN LINDUNG DAN PANTAI CIPAMADANGAN : Hutan lindungnya masih sangat asri ditumbuhi sebagian hutan Jati milik Perhutani dan sebagian lagi tumbuhan hutan tropis khas pantai. Masih terdapat pohon-pohon besar. Saat melintas ke pantai Cipamadangan yang jaraknya kurang lebih 300 meter ini terasa sangat teduh walaupun saat terik Matahari karena terjaganya hutan lindung ini. Hampir sepanjang pantai Cipamadangan adalah formasi karang yang sangat menarik bentuk dan susunannya. Terdapat juga satu bukit karang berada sekitar 20 meter menjorok ke laut yang dinamakan Karang Bokor. Luasnya kurang lebih 50 meter persegi dan tingginya sekitar 15 meter. Meskipun di atas karang landai, tak seorangpun dapat mencapai Karang Bokor karena selalu diterjang ombak yang besar diantara batu-batu karang. Tetapi sangat menatik menjadi objek foto.

PANTAI PULO MANUK : Mungkin karena di di lepas pantai ini ada bogkahan karang yang sering menjadi persinggahan burung, maka penduduk setempat menamakan pulau Manuk ( bahasa Sunda ) atau Burung. Sisi Baratnya ada muara sungai kecil dan menjadi tambatan nelayan setempat. Bila beruntung, dapat membeli ikan segar dari nelayan yang baru kembali melaut. Tentunya dengan harga yang relatif murah karena langsung dibeli dari tangan pertama. Di pantai inipun aman untuk berenang.

PANTAI KARANG TARAJE : Hampir semanjang pantai terdiri dari batu karang dengan formasi yang indah. Tidak cocok untuk berenang, tetapi karena pantainya relatif menghadap Barat, di sini sangat cocok melihat matahari tenggelam. Pada saat cerah, suasana dipantai ini begitu indah dihiasi langit kemerahan.

GOA LALAY : Goa atau gua di Sawarna relatif memiliki keunikan yaitu panjangnya ratusan meter dan dibawahnya mengalir sungai kecil. Sehingga, apabila kita tertarik menyusuri lorong gua yang gelap penuh Stalagtit ini harus rela hari berbasah-basah. Ketinggiian air kira-kira antara sebatas lutut hingga pinggang. Penduduk setempat menyediakan jasa penerangan dengan lampu petromak serta memandu di dalam gua.
SEPANJANG BAYAH - MALINGPING : Dari Bayah menuju Malingpig, sepanjang perjalanan sekitar 40 km disajikan panorama pantai tidak putus-putusnya. Bayah juga memiliki cerita sejarah kelam saat jaman penjajahan Jepang. Banyak penduduk dari berbagai daerah dari Jawa Tengah dijadikan pekerja Romusa untuk menambang Batu bara sebagai untuk kepentingan penjajahan. Pada saat itu pula dibangun rel kereta api untuk mengangkut Batu Bara menuju Serang. Sisa-sisa jalur Kereta Api masih dapat dilihat di beberapa tempat.

FOTOGRAFI : Tempat ini sangat menarik bagi para fotografer karena menawarkan lanspace yang keindahannya beragam.

CARA MENJANGKAU : Dari Jakarta dapat ditempuh dengan mobil maupun bus ukuran sedang. Jalur Timur melalui Toll Jagorawi - Ciawi - Cibadak Sukabumi - Pelabuhan Ratu, lalu ke arah Barat menuju Sawarna. Jalur Barat dapat ditempuh melalui Toll Merak keluar Serang Timur - Pandeglang - Gunung Kencana - Malingping - Bayah - Sawarna. Kedua rute jarak tempuh relatif hampir sama. Tetapi rute Barat relatif sepi dan tidak disarankan mengendarai dimalam hari karena masih jarang perumahan penduduk, pom bensin, tempat istirahat dan bantuan darurat bila diperlukan.

MENGINAP : Tidak terdapat hotel di Sawarna. Kebijakan pemerintah setempat memberikan kesempatan pada penduduk setempat membangun Homestay yang layak diterima wisatawan. Biasanya sewa homestay sekaligus termasuk makan. Dengan tarif yang relatif murah, penduduk setempatpun dapat menikmati hasil dari usaha kepariwisataan.

MAKAN : Belum ada Rumah Makan di Sawarna. Tetapi jangan Khawatir, setiap homestay selalu menyediakan makan kepada wisatawan. Menu nya selalu olahan rumah seperti sayur-mayur, ikan, tahu-tempe, lalap sambal dan buah-buahan setempat sesuai musimnya.

KERAMAH-TAMAHAN DAN KEAMANAN : Penduduk setempat sangat menyadari para wisatawan yang berkunjung ke desanya adalah tamu yang membawa berkah ke desanya, mulai dari pemilik homestay, tukang ojek, nelayan bahkan para petani di sana. Maka tidak heran apabila pemuda Sawarna yang pantai berselancar mau meminjamkan dan memperkenalkan bermain Surfing kepada tamunya. Pemuda disana umumnya memiliki papan Surfing diberi cuma-cuma dari tamu asing, atau membeli dengan harga sangat murah karena persahabatan selama berlibur disana. Tak seorangpun tukang ojek disana memberikan jasa ojek yang tidak wajar kepada tamu dari luar. Mereka umumnya akan mematok harga standard yang sama baik untuk penduduk setempat maupun pendatang. Namun mereka akan sangat senang apabila ada wisatawan yang memanpaatkan jasanya karena selain ikut memperkenalkan desanya, juga senang menjalin persahabatan dengan orang baru.

Dengan senang hati kami tunggu kedatangannya, Informasi Bisa Menghubungi 085722792760


Keindahan Tanpa Batas Di Pantai Sawarna


Sharing :
Here we go again! Akhirnya saya bisa ber-holiday in the middle of college day. Dan, lagi-lagi ini trip dadakan. Alasannya hampir sama kaya trip saya ke Jogja kemarin. Tapi yang ini dadakannya lebih parah, dalam waktu kurang dari 36 jam! Tersebut lah saya, harish dan inong yang ikut dalam trip kali ini. Tujuan kami kali ini adalah sebuah desa elok nan rupawan di daerah Bayah, Lebak, Banten. Sebuah desa yang pamornya makin naik dimata penduduk lokal Indonesia: Desa Sawarna!

Bagaimana Cara Menuju Kesana?
Untuk perjalanan kali ini, kami memutuskan memakai angkutan umum. sebenarnya, banyak dari teman saya yang sebelumnya sudah pernah ke sawarna memutuskan untuk menggunaka mobil pribadi, tapi karna jumlah kita sedikit, hanya bertiga dan ogah repot dan cape, kita memilih angkutan umum. rutenya adalah Bandung-Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Sawarna. perjalanan dimulai malam hari jam 8 malam. Bandung-Sukabumi ditempuh dengan waktu kurang lebih 3 jam. Karena sampai di Sukabumi sudah cukup larut, kami disarankan oleh kernet bus untuk turun di tempat biasa elf cibadak ngetem dan menaikinya untuk sampai ke pertigaan cibadak. Karena, bus Sukabumi-Pelabuhan ratu sudah tidak beroperasi jam segitu dari terminal. Sampai di pertigaan cibadak, kami menaiki bus ekonomi Bogor-Pelabuhan ratu dengan disuguhi atraksi dari sang supir yang sepertinya sudah handal. Sampai di terminal pelabuhan ratu, mau tidak mau kami harus bermalam di sana, karena elf ke sawarna baru ada besok pagi.
Setelah semalaman beristirahat dan bermalam, kami baru tau bahwa elf ke sawarna baru sampai di terminal pelabuhan ratu pada jam 10 pagi dan baru meninggalkan terminal jam 12 siang atau sampai terisi penuh. akhirnya, kami menaiki elf cikotokan rute pelabuhan ratu-cikotok-bayah dan diturunkan di pertigaan cibayawak dilanjut dengan ojeg. sebenarnya ada 2 jalan masuk menuju sawarna bila kita menaiki elf cikotokan, yaitu pertigaan ciawi dan pertigaan cibayawak, tapi kalau kita sampai pada pagi atau siang hari, turung di pertigaan cibayawak bisa menjadi pilihan utama, selain melewati rute pulau manuk yang bagus, pemandangan menuju pertigaan cibayawak pun gak kalah keren! tapi dengan kondisi jalan cibayawak-sawarna yang jelek dan serem kalo malam hari tentunya.
Disarankan untuk orang Bandung yang mau ke sawarna untuk mengambil rute ini: Sukabumi-Pleabuhan Ratu-Sawarna dengan rincian, dari Bandung berangkat subuh atau dengan bus pertama dari term.leuwi panajng, sekitar jam setengah 5 subuh. diperkirakan akan sampai di pelabuhan ratu jam 10-11 siang, kalau sempat bisa menaiki elf ke sawarna. karna elf ke sawarna hanya ada 1 dan baru meninggalkan sawarna jam 6 pagi untuk rute pulangnya.
Apa Yang Bisa Dilakukan Disana?
Desa Sawarna bisa di bilang perpaduan unsur alam yang sempurna. Area sawah yang banyak dan luas, hutan-hutannya yang indah, pesona pantai selatan dengan garisnya yang panjang, karang-karangnya yang indah dan unik serta absurd, desanya yang sunyi sepi dan damai juga banyaknya hewan-hewan disana dari mulai yang sering dilihat sampai yang jarang dilihat, semua ada! Ada banyak tempat yang kami datangi disana, di mulai dari pantai yang dekat dengan penginapan-penginapan yaitu pantai pasir putih yang menurut saya sih lumayan bagus lah, ditambah saat kami datang kesana, banyak nelayan yang sedang menangkap teri nasi dan beberapa ikan. kami sempat membeli ikan kepada nelayan dengan harga yang sangat murah! Dan membakarnya di pinggir pantai sambil menikmati kelapa muda.
Pada hari kedua, dimana waktu yang kami punya sangat banyak, kami memilih rute Goa lalay-Legon pari-Tanjung layar, sayang karna kami tidak menggunakan jasa guide, kami tidak memutuskan untuk masuk ke dalam goa lalay, ditambah kami sedikit menyasar saat menuju Legon Pari, tapi itulah yang membuat nilai plus nya! jalur yang kami tempuh dari goa lalay ke legon pari bisa dibilang cukup extreme, ada sedikit trekking dulu sembelum menuju legon pari, tapi, perjuangan kami yang sedikit sulit menuju legon pari itu yang membuat kami merasa ‘terbayar’ saat sampai di legon pari! sebuah perkampungan nelayan yang sangat sepi, pasir putih, air nya yang jernih dengan warna biru gradasi turquoise, dan ombaknya yang tidak sebesar pantai pasir putih. Bener-bener.. Paradise! Legon pari pun adalah sebuah tempat yang katanya pas buat ngeliat sunrise. Untuk jalur pulang dan menuju tanjung layar, kita mengambil rute susur pantai. melewati banyak karang-karang dengan bentuknya yang unik dan banyak melihat hewan-hewan yang aneh, termasuk ikan loncat.
Sempat memasuki perkebunan, karena jalur pantai yang berbatu besar yang sulit dilalui. sampai akhirnya kami tiba di tanjung layar, sebuah karang besar berbentuk seperti layar kapal. sebenarnya, masih ada pulau manuk, sebuah kawasan perhutanan yang banyak dihuni oleh burung-burung dan pantai di dekatnya, yang kami lalui saat datang ke sawarna. tapi dari yang kami dengar, pantai di pulau manuk sangat berbahaya, dan tidak lama saat sebelum kami datang, ada beberapa wisatawan asal depok yang hilang terbawa ombak. di desa sawarna nya sendiri, tidak banyak yang dapat dilakukan. Sawarna pun sering menjadi salah satu tujuan turis untuk berolahraga Surfing. Apalagi hal-hal berbau entertainment. kami kebanyakan hanya bermain hp saat di penginapan. sinyal disana hanya ada beberapa operator, salah satunya operator yang saya pakai yaitu m*3. teman saya yang pakai operator tiga, hp nya bener-bener tidak terpakai. hiburan lainnya ya berinteraksi dengan penduduk sekitar, pemilik homestay, nonton tv diruang makan.

Dimana Tempat Kita Menginap Selama di Sawarna?
Di desa sawarna terdapat banyak homestay atau penginapan, baik itu di dalam atau diluar desa Sawarnanya sendiri. dari mulai yang bagus sampai yang biasa aja. saya selama disana, menginap di Widi Homestay karna jaraknya cukup dekat ke pantai. Harga penginapan disana kebanyakan dihitung per kepala/malam sudah termasuk makan 3x, walaupun ada yang dihitung per kamar/malam, dan masih bisa ditawar! jadi, jangan malu buat nawar apalagi jumlah rombongan kita banyak dan berencana akan menginap lebih dari 1 malam. saya peribadi, lebih memilih untuk membayar perkepala/malam sudah termasuk makan 3x. karna, untuk mencari makanan berat disana terhitung susah dan agak jauh dari penginapan.
Tips and Tricks
Waktu terbaik mengunjungi Sawarna tentunya pada saat musim panas. Sebenarnya, saat kami kesana, saat malam pun sering hujan dan sering kali mendung, tapi hujannya hanya pada malam hari dan tidak terlalu besar. juga pada saat low season, supaya suasana Sawarna yang tenang bisa kita dapatkan. dari info yang saya dapatkan dari pemilik homestay, di Sawarna pada bulan september sering diadakan lomba surfing, maka bulan tersebut (saya tidak tahu tanggal berapa dan minggu ke berapa) penginapan sering penuh karna katanya sudah di booking sampai seminggu. Di sawarna sendiri, karna memang banyak sawah, jadi banyak pula serangga-serangga persawahan yang menyambangi kamar kami, dari mulai walangsangit, nyamuk, sampai dengan tomcat dan kelelawar! jadi usahakan bawa obat nyamuk bakar dan oles, sebenarnya untuk obat nyamuk oles bisa dipakai pada saat trekking karna kami sempat melewati perkebunan yang banyak terdapat nyamuk demam berdarahnya. Juga usahakan untuk memakai sendal untuk trekking, jangan pakai sendal jepit atau sepatu. karna ini pantai dan kalau ingin masuk ke hutan-hutan kecilnya, agak susah pakai sendal. terakhir, bawa permainan kayak kartu remi, monopoli atau apapun. buat ngebunuh rasa bosen pas lagi di penginapan.
Nah, itu tadi sedikit tulisan perjalanan saya tentang sepotong surga kecil di selatan Banten. Sawarna saat ini sudah dikenal banyak penduduk lokal karna keindahannya dengan jarak dekat. tapi masih banyak beberapa teman saya yang belum tahu gimana cara kesana. semoga beberapa informasi dari saya ini membantu yaa! Dan satu lagi, dengan kemudahan kita menuju Sawarna, semakin mudah pula orang menuju kesana. tolong kita sama-sama menjaga kelestarian alam disana terutama dari sampah-sampah yang kita bawa. Supaya keindahan alamnya terus terjaga sampai nanti! Hahaha.


Tempat wisata baru di indonesia

Bagi Sahabat Bravo! yang bingung mau liburan kemana akhir pekan ini, Desa Wisata Sawarna di Banten bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Selain masih bernuansa alami, Desa Wisata menyediakan pantai-pantai indah yang patut dikunjungi. Mungkin untuk sekarang ini desa sawarna merupakan tempat wisata baru yang banyak di kunjungi oleh para wisatawan.

Rute Menuju Sawarna
Desa Wisata Sawarna mungkin terdengar sedikit asing di telinga Sahabat Bravo!. Objek wisata ini terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten yang tidak jauh dari kawasan Pelabuhan Ratu.

Desa ini sangat terkenal dengan keindahan alam yang menakjubkan berupa pemandangan pantai yang indah, pasir putih yang membentang, hamparan sawah bak permadani hijau, serta gua yang mengagumkan.

Perjalanan menuju desa wisata ini dapat melalui dua rute yaitu, yang Jakarta – Tangerang – Rangkasbitung – Malimping – Bayah - Desa Sawarna, atau Jakarta – Pelabuhan Ratu – Bayah – Desa Sawarna. Kedua rute ini memakan waktu tujuh hingga delapan jam perjalanan, dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum.

Desa Sawarna ditetapkan sebagai desa wisata binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten sejak tahun 2000. Terdapat fasilitas seperti homestay dan lainnya yang dikelola dengan melibatkan masyarakat setempat.

Biaya menginap per malam di homestay, berkisar dari Rp150.000 sampai dengan Rp250.000. Namun, jika Sahabat Bravo! sekeluarga memiliki dana terbatas, kalian bisa menumpang rumah-rumah penduduk untuk bermalam, dan tentunya dengan biaya yang lebih murah.

Objek wisata yang terkenal di Desa Sawarna adalah pantai dan guanya, seperti Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Leguan Pari, dan juga Gua Lalay. Pasir pantai yang putih dan lingkungan gua yang masih bersih menjadi keunggulan tempat ini.

Pantai Ciantir
Jika salah satu keluarga Sahabat Bravo! adalah pecinta olahraga selancar, ombak di Pantai Ciantir sangat asik dan menantang untuk berselancar. Hal ini terbukti dengan banyaknya peselancar yang datang ke tempat ini, baik lokal maupun mancanegara. Sebagai tips, disarankan untuk membawa sendiri peralatan selancar karena disini belum tersedia tempat khusus untuk menyewakan perlengkapan berselancar.

Pantai Tanjung Layar
Pantai Tanjung Layar sangat terkenal dengan pasir putihnya yang indah. Konon, nama Tanjung Layar diambil dari adanya dua batu karang yang menjulang menyerupai bentuk layar, yang juga menjadi ciri khas dari pantai ini. Nah, bagi Sahabt Bravo! yang suka fotografi, menikmati sunset di pinggir pantai Tanjung Layar tidak boleh terlewatkan.

Pantai Leguan Pari
Pantai Leguan Pari tergolong panbtai yang masih ‘perawan’, karena sangat besih, tenang, dan jauh dari keramaian. Untuk menuju pantai ini kita harus berjalan kaki sejauh dua kilometer melalui dua rute, yaitu rute persawahan dan pemukiman penduduk, atau menyusuri bibir pantai. Perjalanan sejauh dua kilometer tersebut tidak akan membosankan, karena Sahabat Bravo! akan disuguhi pemandangan hijaunya hamparan sawah, barisan pohon kelapa, dan deretan bunga liar yang mempesona.

Gua Lalay
Bagi Sahabat Bravo! yang suka berpetualang, Gua Lalay patut menjadi pilihan saat menyusuri Desa Wisata Sawarna. Gua ini termasuk salah satu gua karts (batu gamping), dimana terdapat aliran sungai bawah tanah dengan dasar berlumpur. Panjang gua yang menjadi primadona di Sawarna ini hampir mencapai satu kilometer. Untuk memasuki gua ini, Sahabat Bravo! disarankan untuk membawa alat penerangan serta didampingi oleh pemandu. Rata-rata, biaya memakai jasa guide ini sebesar Rp. 50.000 untuk satu rombongan. Murah ya?

Selain dihiasi stalaktit dan stalakmit yang megah, pada dinding gua juga dihinggapi banyak sekali kelelawar. Karena inlah, warga menamakan gua ini dengan Gua Lalay, dimana dalam bahasa Sunda lalay berarti kelelawar.

Tunggu apa lagi? Yuk rencanakan liburan sekolah kali ini ke Desa Wisata Sawarna yang letaknya tak begitu jauh dari Jakarta. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi yang tepat untuk liburan Sahabat Bravo! dan keluarga kali ini ya!


Outbound Seru Di Desa Sawarna


Panorama cantik Desa Sawarna telah menjadi buah bibir anak-anak Indobackpacker sejak tahun 2008. Niat ke sana juga sudah tersimpan sejak setahun kemarin. Namun baru 2-3 April 2010 impian ini terlaksana. Pantai yang masih perawan, gugusan karang yang cantik dan trekking gua-bukit-pantai yang cukup menguras energi. Outbound tingkat medium yang benar-benar seru.

Setelah tujuh jam berkendara dengan menyewa mobil, tibalah kami di Desa Sawarna. Sengaja aku memilih rute Serang-Pandeglang-Malimping-Bayah, takut kena macet di Cicurug-Cibadak. Jalan di Malimping memang banyak yang rusak, namun masih bisa ditolerir.
Di Desa Sawarna kami dijemput Kang Yudha, anak kedua Bu Widi,


yang menjadi host kami. Setiba di sana matahari telah meninggi,niat melihat sunrise di pantai pun susut. Untunglah ada hiburan lain yang membuat aku kembali bersemangat. Jembatan kayu yang berayun-ayun setiap kami menapak itu membuat rekan-rekan rombonganku memekik-mekik ketakutan. Jembatan tradisional itulah salah satu penghubung ke Desa Sawarna.
Setelah dijamu pisang goreng, teh manis dan kopi hangat, serta nasi goreng, kami siap bermain air. Kang Yudha lalu mengajak kami ke Pantai Ciantir. Pantai ini berpasir putih dan memiliki garis pantai yang panjang. Seperti laut selatan pada umumnya, ombaknya cukup tinggi. Beruntung saat kami menyusuri pantai, ombaknya bersahabat. ’’Ini sih bisa dibilang ombaknya kecil,’’ ujar Kang Yudha yang ternyata peselancar andal. Meski termasuk tenang, ada beberapa turis asing yang berselancar.

Setelah puas berfoto-foto, Kang Yudha menggiring kami ke tujuan utama ke Sawarna ini. Tanjung Layar. Dari kejauhan terlihat dua karang yang saling mengapit seperti pintu gerbang. Pintu gerbang ke kerajaan air, pikirku. Indah sekali. Ini tidak kalah dengan James Bond Island di Phuket dengan bentuk yang berbeda. Bila Phuket berbentuk paku terbalik ini berupa dua tebing seperti layar.


 

Ketika Kang Yudha bilang tidak berbahaya berenang menuju ke tebing tersebut, aku segera mencebur ke air laut yang dingin itu. Ternyata tidak terlalu dalam, kira-kira sepinggang hingga sedada. Namun, arusnya cukup deras. Aku, Ovi, Ardi, Cici dan Any tertahan di dua pertiga perjalanan. Sepertiga sisanya tidak berani kami lakukan melihat arus air yang cukup seram.







Setelah dua pantai itu kami mengaso sambil menunggu para pria sholat Jumat. Hawa yang panas dan angin sepoi-sepoi membuai kami hingga hampir terlelap. Baru sekitar pukul 13.30 kami kembali menyiapkan diri untuk trekking. Sebulan menuju Sawarna aku telah mengumpulkan informasi dari anak-anak Indobackpacker, perjalanannya menuju Gua Lalay, Legon Pari dan pulang melalui Tanjung Layar tidak begitu mudah. Kenyataannya memang demikian.
Gua Lalay, gua kelelawar itu memaksa kami berbasah-basah. Airnya antara selutut-sepinggang dan dingin. Staklagmit dan stalaktitnya tidak istimewa. Pijakan batu yang licin dan endapan lumpur bercampur kotoran kelelawar membuat kami tidak bisa berjalan cepat. Mungkin sensasi air yang dingin dan rasa penasaran itulah yang membuat gua ini masih layak untuk dikunjungi.
Legon Pari yang menjadi tujuan berikut paling menguras energi. Kami melewati persawahan yang agak becek setelah diguyur hujan, mendaki bukit dan kemudian menuruninya. Sandal jepit terpaksa kucopot karena licin. Faisal, anak Kang Yudha yang masih kelas 2 SD lah yang membuatku bersemangat. Ia dengan lincah dan tanpa rasa lelah memimpin rombongan kami. Ketika lautan telah samar-samar terlihat, energiku terasa kembali. Setiba di sana, aku segera menyongsong air berwarna kebiruan itu.
Dibanding Ciantir, Legon Pari lebih indah. Di beberapa tempat bertebaran laguna-laguna kecil berisi air tawar hangat. Di dalamnya ada ikan-ikan kecil. Rasanya nyaman berendam di sana setelah melangkah cukup jauh.
Di pantai inilah aku melihat sekawanan kerbau yang di antaranya asyik berkubang di salah satu laguna. Hihihi lucu. Muka mereka yang polos dan pasrah nampak kegirangan ketika berkubang di laguna itu. Terus terang baru kali ini aku melihat sekawanan kerbau berjalan-jalan di pantai. Ingin sekali mengelus-elus anak kerbau. Namun, niatku kuurungkan, takut diseruduk hehe.
Mendung bergelanyut. Kang Yudha lalu memimpin rombongan kami pulang. Wow perjalanannya benar-benar menantang. Sepanjang jalan penuh batu-batu dan karang yang licin. Ovi terpeleset dan memar, kaki dan lengannya berdarah. Lagi-lagi aku beruntung menemukan kayu yang cukup panjang. Tongkat itu membantuku berjalan dan memilah batu yang bisa kutapak. Hampir sejam kami berjalan, muka teman-temanku nampak kelelahan. Dan tiba-tiba hujan mengguyur. Sempurna trekking ini, gumamku antara kesal dan geli.

Tiba di Tanjung Layar aku terkejut. Air yang surut membuat karang-karang kecil menuju Tanjung Layar terlihat. Nampak beberapa pengunjung berfoto-foto di tebing tersebut. Yaaa….tadi kami bersusah payah menuju ke sana, eh sekarang terlihat mudah. Tubuh yang lelah dan tiadanya tantangan menyurutkan niat menuju ke tebing tersebut. Aku lebih memilih kembali ke pondok untuk mandi menyegarkan diri. Menuju pondok, langit semakin kelam. Dan di langit penuh kelelawar yang cukup besar seolah-olah mengucapkan selamat tinggal kepadaku.